Setiap
tahun pada tanggal 1 Juni diperingati sebagai hari kelahiran Pancasila,
berbagai kegiatan diadakan untuk
memperingatinya, Pancasila adalah ideologi dasar bagi negara Indonesia,
merupakan suatu jati diri bangsa . ideology diartikan sebagai kesatuan
gagasan-gagasan dasar yang disusun secara sistematis dan dianggap menyeluruh
tentang manusia dan kehidupannya, baik sebagai individu, social, maupun dalam
kehidupan bernegara. Nama ini terdiri dari dua kata dari Sansekerta: pañca berarti lima dan śīla
berarti prinsip atau asas. Pancasila merupakan rumusan dan pedoman kehidupan
berbangsa dan bernegara bagi seluruh rakyat Indonesia.
Lima sendi
utama penyusun Pancasila adalah Ketuhanan Yang Maha Esa, kemanusiaan yang adil
dan beradab, persatuan Indonesia, kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat
kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, dan keadilan sosial bagi
seluruh rakyat Indonesia, dan tercantum pada paragraf ke-4
Setiap
butir dalam Pancasila memiliki makna dan nilai – nilai diantaranya:
a.
Nilai Ketuhanan
Nilai ketuhanan Yang Maha Esa Mengandung arti adanya pengakuan dan keyakinan bangsa terhadap adanya Tuhan sebagai pancipta alam semesta. Dengan nilai ini menyatakan bangsa indonesia merupakan bangsa yang religius bukan bangsa yang ateis. Nilai ketuhanan juga memilik arti adanya pengakuan akan kebebasan untuk memeluk agama, menghormati kemerdekaan beragama, tidak ada paksaan serta tidak berlaku diskriminatif antarumat beragama.
b. Nilai Kemanusiaan
Nilai kemanusiaan yang adil dan beradab mengandung arti kesadaran sikap dan perilaku sesuai dengan nilai-nilai moral dalam hidup bersama atas dasar tuntutan hati nurani dengan memperlakukan sesuatu hal sebagaimana mestinya.
c. Nilai Persatuan
Nilai persatuan indonesia mengandung makna usaha ke arah bersatu dalam kebulatan rakyat untuk membina rasa nasionalisme dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. Persatuan Indonesia sekaligus mengakui dan menghargai sepenuhnya terhadap keanekaragaman yang dimiliki bangsa indonesia..
d. Nilai Kerakyatan
Nilai kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan mengandung makna suatu pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat dengan cara musyawarah mufakat melalui lembaga-lembaga perwakilan.
e. Nilai Keadilan
Nilai Keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia mengandung makna sebagai dasar sekaligus tujuan, yaitu tercapainya masyarakat Indonesia Yang Adil dan Makmur secara lahiriah atauun batiniah. Nilai-nilai dasar itu sifatnya abstrak dan normatif. Karena sifatnya abstrak dan normatif, isinya belum dapat dioperasionalkan. Agar dapat bersifat operasional dan eksplisit, perlu dijabarkan ke dalam nilai instrumental. Contoh nilai instrumental tersebut adalah UUD 1945 dan peraturan perundang-undangan lainnya. Sebagai nilai dasar, nilai-nilai tersebut menjadi sumber nilai. Artinya, dengan bersumber pada kelima nilai dasar diatas dapat dibuat dan dijabarkan nilai-nilai instrumental penyelenggaraan negara Indonesia.
Nilai ketuhanan Yang Maha Esa Mengandung arti adanya pengakuan dan keyakinan bangsa terhadap adanya Tuhan sebagai pancipta alam semesta. Dengan nilai ini menyatakan bangsa indonesia merupakan bangsa yang religius bukan bangsa yang ateis. Nilai ketuhanan juga memilik arti adanya pengakuan akan kebebasan untuk memeluk agama, menghormati kemerdekaan beragama, tidak ada paksaan serta tidak berlaku diskriminatif antarumat beragama.
b. Nilai Kemanusiaan
Nilai kemanusiaan yang adil dan beradab mengandung arti kesadaran sikap dan perilaku sesuai dengan nilai-nilai moral dalam hidup bersama atas dasar tuntutan hati nurani dengan memperlakukan sesuatu hal sebagaimana mestinya.
c. Nilai Persatuan
Nilai persatuan indonesia mengandung makna usaha ke arah bersatu dalam kebulatan rakyat untuk membina rasa nasionalisme dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. Persatuan Indonesia sekaligus mengakui dan menghargai sepenuhnya terhadap keanekaragaman yang dimiliki bangsa indonesia..
d. Nilai Kerakyatan
Nilai kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan mengandung makna suatu pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat dengan cara musyawarah mufakat melalui lembaga-lembaga perwakilan.
e. Nilai Keadilan
Nilai Keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia mengandung makna sebagai dasar sekaligus tujuan, yaitu tercapainya masyarakat Indonesia Yang Adil dan Makmur secara lahiriah atauun batiniah. Nilai-nilai dasar itu sifatnya abstrak dan normatif. Karena sifatnya abstrak dan normatif, isinya belum dapat dioperasionalkan. Agar dapat bersifat operasional dan eksplisit, perlu dijabarkan ke dalam nilai instrumental. Contoh nilai instrumental tersebut adalah UUD 1945 dan peraturan perundang-undangan lainnya. Sebagai nilai dasar, nilai-nilai tersebut menjadi sumber nilai. Artinya, dengan bersumber pada kelima nilai dasar diatas dapat dibuat dan dijabarkan nilai-nilai instrumental penyelenggaraan negara Indonesia.
Setiap nilai tersebut seharusnya
dimiliki oleh setiap warga negara Indonesia.
Setiap
nilai nilai tersebut seharusnya direalisasikan dalam kehidupan warga negara
Indonesia agar tercapainya masyarakat yang makmur dan sejatera. Tetapi yang menjadi pertanyaan saat ini adalah
apakah nilai – nilai pancasila sudah diterapkan? Di manakah posisi Pancasila itu sekarang? Apakah Pancasila bisa disebut sebagai
ideologi? Ataukah Pancasila hanya falsafah belaka yang tidak berdimensi apa-apa
selain sebagai sebuah dogma atau sekumpulan nilai yang bersifat normatif? Pada zaman yang era globalisasi ini, apakah
masih ada masyarakat Indonesia yang mengamalkan nilai nilai Pancasila?
Pada
saat Ini nilai-nilai Pancasila sudah mulai berkurang di Indonesia, Pancasila hanya
dianggap sebagai satu kata yang sering disebut banyak kalangan seperti para calon
pejabat agar nantinya terpilih sebagai pejabat, para pejabat tinggi pun
menjadikan Pancasila sebagai alat mencapai kekuasaan, tetapi setelah menjadi
pejabat nilai nilai Pancasila tidak direalisasikan.
Kehidupan sehari-hari masyarakat
telah melenceng jauh dari nilai-nilai pancasila. Panxasila sudah tidak lagi
dijadikan sebagai suatu aspek terpenting yang menjadi pedoman hidup dalam kehidupan
berbangsa dan bernegara. Hal ini dapat kita lihat dengan rendahnya kualitas
moral dan akhlak masyarakat Indonesia. Rasa kebersamaan, toleransi, saling
tolong-menolong, nilai-nilai persatuan, nilai-nilai keagaman dan segala nilai
yang terkandung dalam pancasila itu sudah jarang kita temui dalm kehidupan
masyarakat sekarang. Yang kita lihat sekarang hanyalah maraknya pornografi, penggunaan
narkoba, tawuran di kalangan pelajar dan mahasiswa, dan kasus korupsi yang
semakin merajalela di kalangan pemerintahan.
Apa yang menyebabkan hal ini terjadi?
Globalisasi. Globalisasi mungkin memang salah satu penyebab memudarnya
nilai-nilai pancasila ini dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Walaupun
globalisasi banyak positifnya, tetapi yang banyak didapatkan dalam kehidupan
masyarakat Indonesia adalah dampak negatifnya. Globalisasi membuat bangsa
Indonesia lupa akan identitas bangsanya sendiri, mereka lebih suka dengan
kehidupan gaya barat. Globalisasi membuat rasa individualisme masyarakat
semakin tinggi, sehingga nilai solidaritas terhadap sesama semakin berkurang.
Ini semua bertolak belakang dengan nilai-nilai yang terkandung dalam pancasila.
Tapi kita tidak bisa hanya dengan menyalahkan globalisasi. Itu semua bisa
terjadi karena lemahnya karakter bangsa kita sendiri, karena kesalahan kita
sebagai warga negara.
Sebenarnya
pendidikan tentang Pancasila sudah dipelajari sejak bangku sekolah dasar,setiap siswa dibekali ilmu-ilmu tentang penerapan
Pancasila, bahkan sampai ke tingkat perguruan tinggipun setiap mahasiswa
dibekali ilmu-ilmu tentang nilai-nilai Pancasila. Namun pada saat ini jika kita bertanya pada anak-anak sekolah dasar
atau bahkan kepada mahsiswa masih ada beberapa orang yang belum bisa
menyebutkan kelima butir dari Pancasila, pada hal ini siapakah yang patut
disalahkan?
Untuk
menyikapi pertanyaan diatas, kita sebaiknya menyadari diri masing-masing, kita
tidak perlu menyalahkan oknum-oknum tertentu, yang paling penting adalah
kesadaran diri, betapa pentingnya nilai-nilai Pancasila.
Selain
itu diperlukan kerjasama antar pihak-pihak tertentu misalnya sekolah, perguruan
tinggi dengan pemerintah dan berbagai lembaga lainnya. Salah satu contohnya
suatu sekolah menerapkan nilai-nilai Pancasila, jadi seorang siswa tidak hanya
mendapatkan nilai tentang pendidikan Pancasila
di kelas, tapi juga bisa menerapkan langsung dalam keseharian.
Selain
dari pihak pemerintah, mahasiswa, pihak-pihak lain pun juga perlu diberi
penjelasan betapa pentingnya nilai-nilai Pancasila diantaranya masyarakat umum
yang belum mengerti arti Pancasila, pihak-pihak pemerintah ataupun suatu
lembaga bisa memberikan pelatihan ke luarah-lurah atau desa-desa
Jika
setiap warga negara Indonesia telah mengerti betapa pentingnya nilai Pancasila,
maka negara ini akan makmur dan jaya,
walaupun terdapat perbedan Ras, agama, suku dan adat, tetapi seluruh
masayarakat Indonesia tepaut dalam satu Ideologi Pancasila.
Penanaman kembali nilai-nilai
pancasila ini harus dilakukan sesegera mungkin sebelum nilai-nilai tersebut
benar-benar hilang dari kehidupan masyarakat Indonesia. Dan dalam hal ini tugas
kitalah sebagai bangsa Indonesia sendiri untuk mengembalikan nilai-nilai
tersebut.
Sumber:
S Hanny Lismora Idrus
1112003004
thryta.vino@ymail.com
Teknik Industri, Universitas Bakrie, Jakarta Selatan