Rabu, 23 November 2011

PHOTO PROJECT



Nilai-nilai solidaritas sosial, kekeluargaan, keramahtamahan sosial, dan rasa cinta tanah air serta kebudayaan dan warisannya yang pernah di anggap sebagai kekuatan pemersatu dan ciri khas bangsa Indonesia, semakin memudar sehingga timbulah krisis jati diri (identitas) nasional.







Nilai-nilai pancasila sebagai ideologi dan identitas bangsa sepantasnya diimplementasikan ke dalam kehidupan sehari-hari.Namun ternyata masih kerap terlihat aksi demonstrasi seperti yang terjadi di depan kampus UKI, Cawang. Demonstrasi tersebut dilakukan oleh mahasiswa, dan sungguh tidak mencerminkan nilai kemusyawaratan. Seharusnya sebagai negara demokrasi, semua masalah bisa diselesaikan secara musyawarah dan tidak melakukan aksi anarkis seperti gambar tersebut yang bahkan sampai ada aksi melempari tinja. Dalam aksinya tersebut, para demonstran pun membakar ban bekas di tengah jalan hingga membuat daerah setempat macet parah.




Indonesia dikenal dengan keramahannya. Sebenarnya keramahan juga merupakan jati diri bangsa sehingga memiliki daya tarik bagi warga negara lain untuk berkunjung ke Indonesia. Dalam sila keempat Pancasila tertulis "Kemanusiaan yang adil dan beradab". Sangat disayangkan karena saat ini Indonesia juga dikenal sebagai sarang teroris. Potret kedua yang diambil di kereta Jakarta-Bogor menunjukkan bahwa telah terkikisnya nilai dan sikap keramahan yang telah dikalahkan oleh sikap individualisme. Selayaknyalah mengalah jika ada seorang yang lebih membutuhkan bangku untuk duduk(dalam hal ini adalah seorang bapak yang membiarkan seorang wanita berdiri).



Kotornya dan seperti tidak terawatnya sungai terpandang dari salah satu sungai yang terdapat di Jakarta Pusat yang padahal tidak jauh dari kawasan pusat belanja modern nan elit seperti Grand Indonesia dan Plaza Indonesia. Jika masyarakat peduli dan sadar masih ada nilai gotong-royong yang dulu sering diterapkan di kehidupan sehari-hari, sungai tersebut tidak akan tampak seperti itu. Hal ini bisa saja dilakukan misalnya dengan membersihkan sungai secara bersama dan gotong-royong sehingga mencegah terkikisnya nilai persatuan yang kian memudar.



Candi Borobudur yang berada di Magelang, Jawa Tengah telah dikenal oleh banyak bangsa lain. Borobudur juga merupakan salah satu objek wisata utama yang termasuk dalam list tujuan tour para turis. Sepantasnyalah kita semua, warga INDONESIA, merawat dan melestarikannya sebagai warisan Indonesia, bukan malah dirusak dan ditelantarkan. Padahal Candi Borobudur juga berpotensi dalam pemasukkan devisa negara. Jika dirawat dengan baik, Candi Borobudur akan terlihat lebih indah sehingga warga negara lain pun melihat rakyat bangsa Indonesia memang bangga dan cinta akan warisan serta budayanya.




Indonesia kaya akan budaya termasuk salah satunya keanekaragaman alat musik yang ada di tiap-tiap daerah. Namun ironis masih adanya bahkan mungkin banyak rakyatnya yang tidak tau cara memainkan dan menggunakannya.





Karena memiliki lahan yang luas dan iklim yang bagus untuk pertanian, Indonesia dikenal sebagai negara agraris. Terdengar aneh jika sebagai negara agraris, masih mengimpor buah-buah dari negara lain, dan bahkan terkadang lebih digemari oleh masyarakat. Selain buah, ternyata produk-produk perkebunan seperti misalnya kopi juga banyak yang diimpor dari negara lain, contohnya 'White Koffie' yang berasal dari negeri Sakura (Jepang). 


Banyak pemuda yang tergila- gila dengan film, drama, bahkan fashion yang dibawa oleh produk budaya Korea. Sebagian besar bahkan lebih bermimnat datang ke acara-acara festival budaya Korea daripada acara kebudayaan negara sendiri misalnya dalam event Korean Festival yang diadakan di Gandaria City, Jakarta. Hal yang perlu digarisbawahi yaitu semakin merosotnya nilai kesenian dan kebudayaan hasil sendiri. Dapat kita katakan jika kebudayaan daerah yang menjadi ciri khas bangsa telah mengalami situasi kolaps lantaran dijauhi generasi muda dan pewarisan.









Tidak ada komentar:

Posting Komentar